Erol Olcak, tokoh dibalik kesuksesan Erdogan yang gugur di malam percobaan kudeta 15 Juli 2016
Media Bangsa - Sebagian orang menjulukinya sebagai pembuat pemimpin di Turki, ia mendesain poster-poster kampanye dengan cara yang unik, sampai-sampai banyak pusat penelitian internasional menganggapnya sebagai “lelaki bayangan yang membuat keajaiban melalui gambar.”
Adalah Erol Olçak, teman dan penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia lahir pada tahun 1963 di kota Çorum Turki utara.
Dia lulus dari Fakultas Seni Universitas Istanbul. Setelah lulus, ia mendirikan Arter Advertising Agency, yang membuat dirinya terjun ke dunia politik ketika dia mulai mempromosikan kampanye partai pemilu pada tahun 1987.
Erol Olçak berkenalan dengan Recep Tayyip Erdoğan yang saat itu menjabat sebagai walikota Istanbul pada 1990-an, setelah Olcak pindah ke departemen periklanan dan promosi milik pemerintahan kota Istanbul, persahabatan mereka berlangsung hingga saat-saat terakhir dalam hidupnya.
Ia membantu Partai sebuah partai untuk mempromosikan kampanyenya selama pemilihan parlemen 1999, dan kemudian menerima tawaran dari teman lamanya, Erdogan, untuk bekerja dengannya di partai barunya.
Sejak saat itu, ia menjadi salah satu anggota terpenting Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Dia pula yang menciptakan lambang partai tersebut. Dia merupakan pendiri inti media pertama partai.
Agensi medianya, Arter, telah menjadi produser video AKP dan telah menjadi manajer kampanyenya sejak didirikan selama 14 tahun dan menjabat sebagai penasihat media untuk partai itu dan juga bagi Erdogan sendiri.
Menurut ahli media dan iklan, dia merupakan desainer foto Erdoğan yang dunia telah lihat sejak Erdogan menjadi wali Istanbul hingga kepresidenan.
Malam 15 Juli 2016
Erol Olçak tidak harus pergi untuk menghadapi sekelompok tentara bersenjata, tank dan kendaraan lapis baja, namun dia tetap memilih keluar dari mobilnya bersama dengan putranya yang berusia 16 tahun dan melanjutkannya meskipun telah ada peringatan.
Olçak dan putranya pergi ke Jembatan Bosporus yang telah diblokir oleh tentara pro-kudeta untuk melakukan aksi protes. Mereka berdua ditembak mati oleh tentara pro-kudeta yang menembaki warga sipil pada malam 15 Juli 2016.
Setelah kekalahan kelompok kudeta, Erol Olçak berusia 53 tahun ditemukan tewas, bersama dengan putranya yang berusia 16 tahun, Abdullah, di sekitar Jembatan Bosphorus di Istanbul. Jasad mereka dipindahkan ke rumah sakit kedokteran forensik di Istanbul.
Presiden Erdogan tidak Dapat Membendung Air Mata
Presiden Erdoğan menghadiri upacara pemakamannya yang diadakan pada hari Jumat di Masjid İlahiyat di Istanbul. Presiden Erdogan menyampaikan beberapa kalimat perpisahan yang sangat mengharukan. Beliau tidak dapat menahan diri untuk tidak menangis selama pidato perpisahan singkatnya.
Di antara tokoh-tokoh politik yang menghadiri pemakaman bersama dengan Erdogan adalah Ketua Parlemen İsmail Kahraman, mantan Presiden Abdullah Gül dan mantan Perdana Menteri Ahmet Davutoğlu.
Olçak telah membuat film komersial singkat tentang situasi serupa di Turki di mana orang-orang datang bersama-sama untuk menaikkan kembali bendera negara. Iklan itu hampir merupakan bayangan upaya kudeta yang digagalkan oleh rakyat.sumber: TN



Post a Comment