Header Ads

test

Said Aqil Tegaskan Agama Tak Boleh Jadi Alat Politik



Media Bangsa - Rangkaian Pilpres 2019 akan dimulai di bulan Agustus mendatang. Ketum PBNU Said Aqil Siradj mengingatkan semua pihak agar tak menjadikan agama sebagai alat politik.

"Apapun alasannya, agama tidak boleh menjadi alat politik. Betapa naif, betapa konyol, nila-nilai universal, nilai ilahiyah untuk kepentingan golongan," tegas Said di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (16/7). 



Pernyataan tersebut diberikan Said seusai menerima kunjungan Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Kantor PBNU. Dalam pertemuan itu, ia menjelaskan ada sejumlah topik yang diperbincangkan. 

Salah satu topik yang dibahas yakni memperkuat pandangan terkait empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI.

"(Pertemuan) Hanya menyambung silaturahmi, memperkuat pandangan, menyamakan persepsi. Memperkuat sikap dengan 4 pilar itu, saya omong apa adanya tadi," jelas Said.

Sementara tekait Pilpres 2019, ia mengaku tak bisa memberikan dukungan. Sebab, ia beralasan bukan ketua umum partai politik.

"Saya bukan ketua parpol, oleh karena itu, bukan parpol tidak bisa digunakan untuk mendukung politik. Kalau saya ketua partai baru saya bisa dukung," kata Said.

Dalam pertemuan itu, Prabowo Subianto sempat memberikan kenang-kenangan berupa buku yang ditulisnya berjudul 'Paradoks Indonesia'. Buku itu berisi pikiran-pikiran Prabowo tentang Indonesia, soal penguasaan aset Indonesia oleh asing hingga keprihatinan lain.
sumber: kumparan

Tidak ada komentar