Header Ads

test

Ngopi di pinggir Kali Item, anggota DPRD DKI tak cium bau menyengat



Media Bangsa -  Penutupan Kali Item dengan jaring untuk menahan aroma bau kini menuai pro dan kontra. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, masalah polusi di kali tersebut bukanlah hal baru, melainkan masalah bertahun yang diwariskan padanya.

Politisi NasDem yang juga anggota DPRD DKI Bestari Barus, mengirimkan beberapa foto dirinya sedang menikmati kopi di dekat Kali Item. Dia menuturkan, Pukul 15.00 WIB, hari ini, Selasa (24/7) memang sengaja beranjak ke sana.

"Jam 15.00 WIB, saya selaku anggota DPRD DKI bergerak menuju Kali Item Kemayoran. Saya cukup lama berada di lokasi seberang Atheles Village Kemayoran. Sambil ngopi menunggu kapan bau menyengat itu datang. Karena saya tak mencium bau menyengat dari Kali Item, walaupun sempat saya menunduk kepermukaan Warung yang terpasang," ucap Bestari.

Dia menuturkan, sempat bercengkrama dengan pedagang Kopi bernama Yadi. Menurut dia, bau menyengat Kali Item itu sudah berkurang usai di normalisasi era Gubernur lalu-lalu.

"Sambil ngopi di warung Bang Yadi yang sudah berdiri sejak 12 tahunan persis di seberang kali item, Yadi mengatakan bahwa bau itu sudah sangat berkurang sejak kali item dinormalisasi zaman Gubernur lalu-lalu. Sayangnya belum diberi sentuhan akhir pada masa kini," ungkap Bestari.



Dia pun akhirnya, bertanya alasan kenapa Gubernur Anies akhirnya memilih menutup dengan kain hitam.

"Diskusi kami menyimpulkan bahwa ada kemungkinan sangat besar alasannya adalah, jangan sampai Kali Item itu dilihat secara telanjang oleh duta olahraga negara-negara peserta Asian Games, di foto atau dikomentari secara terbuka yang bisa membuat malu Jakarta. Dan alasan beberapa yang lainnya," tutur Bestari.

Dia menuturkan, juga sempat meninjau Danau Sunter 1. Dirinya mempertanyakan kenapa tidak dilanjutkan, karena hasilnya baik.

"Turut pula kami tinjau Danau Sunter 1. Danau yang sentuh Gubernur terdahulu ternyata jauh lebih baik kondisinya. Kenapa yang sudah diawali dengan baik oleh pendahulu kok tidak dilanjutkan," pungkasnya.

sumber: merdeka

Tidak ada komentar