Investor China Akan Bangun Pabrik Baja di Kendal Senilai Rp 36 Triliun
Media Bangsa - Perusahaan China, Hebei Bishi Industry Group (HBIS), akan membangun pabrik baja senilai USD 2,54 miliar di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dengan investasi yang setara Rp 36 triliun (Kurs Rp 14.500) tersebut, pabrik yang akan dibangun diklaim yang terbesar di Asia.
Komitmen investasi dari HBIS yang merupakan BUMN asal China, ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Hebei Bishi Steel Group dan PT Seafer Kawasan Indsutri di Beidahe, Provinsi Hebei, Senin (23/7) lalu. Hadir dalam acara tersebut, Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, dan Bupati Kendal Mirna Annisa.
Mirna mengatakan, Seafer merupakan mitra lokal HBIS di Indonesia, yang telah menyediakan lahan seluas 700 hektare di Kecamatan Patebon. "Pabrik itu rencananya yang terbesar di Asia karena mampu menyerap 6.000 hingga 10.000 tenaga kerja," kata Mirna kepada Antara di Beijing, Rabu.
Untuk tahap pertama akan dibangun pabrik baja berkapasitas tiga juta ton, batu bara panas (coking coal) berkapasitas 2,4 juta ton, pembangkit listrik berkapasitas 270 MW, dan fasilitas pendukung dermaga dengan kapasitas 100 DWT.
"Yang tahap kedua nanti akan dibangun infrastruktur penunjang, seperti pelabuhan dan jalan sehingga kalau dijumlahkan secara keseluruhan nilai investasinya mencapai Rp 42 triliun," ujar Mirna.
Menurut dia, Hebei Bishi Steel Group akan membangun pelabuhan tersendiri dan berbeda dengan pelabuhan yang akan dibangun oleh PT Pelindo bersama mitranya dari Singapura dan China di Kendal.
Menurut dia, pabrik baja tersebut ditargetkan beroperasi paling lambat pada 2020.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo mengatakan, masuknya investasi dari Hebei Bishi Steel Group itu, mendongkrak nilai investasi asing asal China di Jateng.
"Dengan masuknya Bishi ini, maka investasi China di Jateng kini sudah mencapai 15 persen," kata Prasetyo yang turut mendampingi Wagub Jateng dalam kunjungan kerja ke China itu. sumber: kumparan



Post a Comment