Kisah Ustaz Abdul Somad Diusir Dari Rumah Makan, Tapi Lihat Apa Yang Terjadi Setelahnya…
Di balik kesederhanaan dan kesahajaannya, ternyata dai kondang asal Riau Ustaz Abdul Somad, memiliki sederet kisah pahit dalam hidupnya. Salah satu kisah yang cukup berkesan dan sering ia sampaikan saat berceramah di hadapan para jemaah adalah saat dirinya diusir dari rumah makan.
Kejadian pengusiran itu, menurut Ustaz Somad, sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.
Ketika itu ia sedang makan di sebuah rumah makan, tiba-tiba saja saat sedang asyik makan, seseorang menghampirinya.
Dengan kasarnya, orang itu pun serta-merta menyuruh UAS, singkatan Ustaz Abdul Somad, untuk pergi menjauh dari tempat duduknya.
Pasalnya, ketika itu ada orang kaya atau pejabat yang akan makan juga di warung makan itu.
“Suatu malam saya makanlah di sebuah rumah makan, sendirian. saya parkir kendaraan, saya pun makan. Tak berapa lama tiba-tiba datang satu pasukan, minggir, minggir, minggir, karena orang besar akan datang. Tiba-tiba saya lihat mobil besar, yang keluar dari mobil itu orang besar-besar semuanya. 85 kilo ke atas. Saya pun minggir lah dari tempat makan nyaman, enak, say apun minggir ke tempat tepi-tepi, lihatlah mereka ketawa cekikikan,” kata Ustaz Somad dalam sebuah rekaman video ceramah saat mengawali kisahnya tersebut.
Mendapatkan perlakuan itu, UAS benar-benar merasa sedih dan memilih tetap bersabar dengan melanjutkan makannya meski nafsu makannya mulai sirna.
Saat itu, UAS tidak melakukan perlawanan apa pun kepada mereka yang telah merendahkannya.
Bahkan, tak mendoakan orang yang telah berbuat zalim padanya agar celaka.
“Hati saya dalam hati, Ya Allah, tapi saya tak pernah caci maki mereka. Saya tak pernah doakan, ‘Ya Allah tertelanlah tulang matilah dia’ ndak, saya hanya tetap melanjutkan makan, tapi hati saya tersentuh karena malam itu saya diusir sedang makan. Memangnya saya siapa, kenapa mereka mengusir saya,” kata UAS.
Namun, apa yang terjadi, setelah beberapa tahun berlalu, sebuah keajaiban didapati, orang yang pernah mengusirnya saat makan, secara tak sengaja dipertemukan kembali oleh Allah.
Namun, dalam kesempatan dan kondisi yang berbeda.
Ustaz Somad dan orang itu dipertemukan di sebuah penjara.
Ketika itu Ustaz Somad hadir sebagai tamu penceramah yang diundang, sedangkan orang yang pernah mengusirnya menjadi penghuni penjara alias berstatus narapidana.
“Hari berganti musim berubah, saya diminta ceramah ke lembaga pemasyarakatan, penjara. ‘Ustaz bisa tablig akbar di penjara?’ ‘bisa’. Saya pun masuk ke dalam, kebetulan waktu banyak menerima tamu. Saya lihat di atas lantai semen kasar, tidak pakai penutup tidak pakai alas, pakai kaus oblong, dalam keadaan terhina, orang yang dulu mengejek, menghina, menjatuhkan dan menyepelekan saya,” kata UAS.
Melihat kenyataan itu, UAS tidak membalas orang itu dengan menghinanya.
Malah, UAS mengaku terharu dan tersentuh dengan apa yang ditakdirkan Allah kepadanya dan orang itu.
“Saya lihat lama dan tersentuh. ‘Ya Allah, ini yang beberapa tahun lalu mengusir, sekarang duduk di lantai, tidak pakai alas’. Begitulah Allah menjatuhkan derajat begitu pula Allah menaikan derajat, sampai kita pun kasihan,” ujarnya. sumber:inspira

Post a Comment